Permana saya minta maaf kalo saya blm jadi anak yang bisa ngebanggain kalian wahai orang tua saya. Saya juga belum bisa kasih apa apa buat kalian, belum bisa kasih yang berharga. Cuma sedikit dari gaji saya sebulan saja yang bisa saya kasih. Maaf, karena slama ini mungkin sampai nanti saya akan terus menyusahkan kalian, saya akan menjadi bayangan kalian. Maaf karena saya selalu saja menggerutu kalau dikasih nasehat. Maaf karena mungkin saya ga akan bisa membalas semua kebaikan kalian dengan apapun yang saya punya, walaupun akan dibayar dengan diri saya pun, jadi saya hanya bisa menulis "maaf orang tuaku".
Sudah hampir 25 tahun saya dihidupi oleh kalian, apa pernah kalian meminta uang untuk membayarnya. Jawabannya tidak.
Tidak ada yang sempurna didunia ini termasuk saya sendiri dan kalian wahai orang tua ku. Saya yakin kalian tau itu. Tapi itu semua dibalut kata "Orang Tua" yang melekat didiri kalian sampai kapan pun. Ya..itu memang tidak salah.. karena walau bagaimana pun kalian lah orang tua saya..yang memelihara saya sampai sekarang.
Terus apa arti perlakuan terhadapku semalam, kalian orang tua seolah tutup mata, diam seolah tidak terjadi apa apa. Apa dengan tidak membantah perintah kalian itu akan membayar budi kalian terhadapku. Apapun itu perintahmu.
Bukankah kalian pernah menjadi seorang anak juga sebelum menjadi seorang "orang tua" seoerti sekarang. Bukankah itu membuat kalian menjadi faham akan tentang apa saja mengenai anak. Apa mungkin kalian sengaja melupakan rasa menjadi anak, karena lebih menjiwai menjadi seorang orang tua yang notabene sebagai penguasa atas segala tentang anakmu.
Kelak saya menjadi orang tua nanti, tidak akan saya lupakan perasaan saya saat ini, perasaan saya saat semalam tadi tangan yang kokoh yang biasanya menafkahi kehidupan saya melayang sampai pipi saya. Yang membuat saya terdiam, tak ada satu kata pun yang bisa keluar. hanya tetesan air dari bola mata saya saja yang sanggup berbicara padamu orang tuaku.
Ya...walau bagaimanapun mreka orang tua saya..sampai kapanpun. Dan sampai kapanpun itulah mereka akan merasa benar walaupun itu hayan sekedar perasaan mereka. Orang tua akan merasa lebih benar karena mereka beranggapan lebih lama hidup dibandingkan anak. Walaupun sekali lagi itu hanya anggapan meraka. Anggapan mereka.
Terima kasih atas semua yang kalian berikan.
Senyuman dan tangisan itu pembelajaran buat diri saya.
Tidak ada manusia yang sempurna, jadilah orang tua yang baik. Karena kebaikan yang kita berikan akan kembali pada diri kita sendiri.
Terima kasih orang tua ku. Terima kasih telah membuatku menangis. Terima kasih telah membuat tetesan-tetesan air mataku dikamar kecilku.
Terima kasih dan maaf telah menjadi anakmu
Sudah hampir 25 tahun saya dihidupi oleh kalian, apa pernah kalian meminta uang untuk membayarnya. Jawabannya tidak.
Tidak ada yang sempurna didunia ini termasuk saya sendiri dan kalian wahai orang tua ku. Saya yakin kalian tau itu. Tapi itu semua dibalut kata "Orang Tua" yang melekat didiri kalian sampai kapan pun. Ya..itu memang tidak salah.. karena walau bagaimana pun kalian lah orang tua saya..yang memelihara saya sampai sekarang.
Terus apa arti perlakuan terhadapku semalam, kalian orang tua seolah tutup mata, diam seolah tidak terjadi apa apa. Apa dengan tidak membantah perintah kalian itu akan membayar budi kalian terhadapku. Apapun itu perintahmu.
Bukankah kalian pernah menjadi seorang anak juga sebelum menjadi seorang "orang tua" seoerti sekarang. Bukankah itu membuat kalian menjadi faham akan tentang apa saja mengenai anak. Apa mungkin kalian sengaja melupakan rasa menjadi anak, karena lebih menjiwai menjadi seorang orang tua yang notabene sebagai penguasa atas segala tentang anakmu.
Kelak saya menjadi orang tua nanti, tidak akan saya lupakan perasaan saya saat ini, perasaan saya saat semalam tadi tangan yang kokoh yang biasanya menafkahi kehidupan saya melayang sampai pipi saya. Yang membuat saya terdiam, tak ada satu kata pun yang bisa keluar. hanya tetesan air dari bola mata saya saja yang sanggup berbicara padamu orang tuaku.
Ya...walau bagaimanapun mreka orang tua saya..sampai kapanpun. Dan sampai kapanpun itulah mereka akan merasa benar walaupun itu hayan sekedar perasaan mereka. Orang tua akan merasa lebih benar karena mereka beranggapan lebih lama hidup dibandingkan anak. Walaupun sekali lagi itu hanya anggapan meraka. Anggapan mereka.
Terima kasih atas semua yang kalian berikan.
Senyuman dan tangisan itu pembelajaran buat diri saya.
Tidak ada manusia yang sempurna, jadilah orang tua yang baik. Karena kebaikan yang kita berikan akan kembali pada diri kita sendiri.
Terima kasih orang tua ku. Terima kasih telah membuatku menangis. Terima kasih telah membuat tetesan-tetesan air mataku dikamar kecilku.
Terima kasih dan maaf telah menjadi anakmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar